BabelEkspress.News | JSCgroupmedia ~ Dalam upaya memperkuat peran orang tua dalam mendukung pendidikan anak, Pemerintah Kabupaten Belitung Timur melalui Surat Edaran Bupati Nomor HK.00.05/6/SE/Bupati/2025 menginisiasi sebuah gerakan yang terbilang unik namun penuh makna: Gerakan Ayah Mengambil Rapor ke Sekolah.
Gerakan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kepedulian orang tua terhadap perkembangan akademik anak-anak mereka, tetapi juga mempererat ikatan antara sekolah dan keluarga dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik.
Inisiatif ini merespons surat dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemendukbangga) dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang mengusung konsep yang serupa dalam rangka meningkatkan keterlibatan ayah dalam proses pendidikan anak. Surat tersebut, yang tertanggal 3 Desember 2025, menjadi dasar kebijakan yang diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Belitung Timur.
Meningkatkan Keterlibatan Ayah dalam Pendidikan Anak
Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten, menyampaikan bahwa program ini bertujuan untuk memaksimalkan kontribusi kedua orang tua dalam pendidikan anak, dengan fokus khusus pada ayah.

“Selama ini, peran ibu lebih dominan terlihat dalam urusan sekolah anak-anak. Padahal, ayah juga memegang peranan yang sangat penting dalam memberikan motivasi, dukungan moral, dan pengawasan terhadap proses belajar anak,” ujar Muten.
Gerakan ini mendorong para ayah untuk aktif datang ke sekolah dan terlibat langsung dalam kegiatan akademik anak-anak mereka, termasuk mengambil rapor pada saat pembagian rapor di setiap akhir semester.
Dengan kehadiran ayah di sekolah, diharapkan akan memperkuat hubungan emosional antara orang tua dan anak, serta mendorong anak untuk lebih serius dan bertanggung jawab terhadap pendidikan mereka.
Konsep dan Implementasi Program
Surat Edaran Bupati Belitung Timur mengatur pelaksanaan gerakan ini mulai bulan Desember 2025, dan mencakup seluruh sekolah di Kabupaten Belitung Timur, baik tingkat dasar maupun menengah.
Melalui gerakan ini, sekolah diminta untuk mengadakan acara pembagian rapor yang melibatkan ayah sebagai peserta utama. Setiap ayah akan diberikan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan guru dan melihat perkembangan akademik anak mereka.
Selain itu, gerakan ini juga mengedukasi ayah-ayah agar lebih memahami pentingnya peran mereka dalam mendukung pendidikan anak di rumah.
Tidak hanya mengambil rapor, namun gerakan ini juga mengajak para ayah untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan belajar di rumah, seperti membantu anak dengan tugas sekolah atau berdiskusi tentang perkembangan pendidikan mereka.
“Gerakan ini bukan hanya soal mengambil rapor, tetapi juga tentang memperkuat rasa tanggung jawab ayah dalam menciptakan lingkungan belajar yang baik bagi anak-anak,” ujar Rajo Ameh salahsatu Ayah yang akan mengambil rapor anaknya yaitu Czarramadhan Akbar Julyzar Ogusta Ryan Tanjung.
Menurutnya, keterlibatan ayah secara langsung di sekolah akan memberikan dampak positif bagi perkembangan sosial dan emosional anak, serta meningkatkan kualitas pendidikan di daerah tersebut.
Tujuan dan Manfaat Jangka Panjang
Gerakan Ayah Mengambil Rapor ini memiliki berbagai tujuan strategis, antara lain:
1. Meningkatkan Keterlibatan Orang Tua: Gerakan ini bertujuan untuk mendorong orang tua, khususnya ayah, lebih aktif terlibat dalam pendidikan anak-anak mereka. Penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua, terutama ayah, dapat meningkatkan motivasi belajar anak dan memperbaiki hasil akademik mereka.
2. Menciptakan Model Pendidikan yang Berkelanjutan: Dengan mendekatkan orang tua dan sekolah, gerakan ini juga bertujuan menciptakan kemitraan yang lebih baik dalam pengelolaan pendidikan di Kabupaten Belitung Timur. Kolaborasi yang lebih erat antara keluarga dan sekolah diharapkan dapat menciptakan pendidikan yang lebih holistik dan berkelanjutan.
3. Penguatan Peran Ayah dalam Keluarga: Gerakan ini juga menjadi wadah untuk memperkuat peran ayah dalam keluarga. Dengan lebih terlibat dalam pendidikan anak, diharapkan para ayah dapat menjadi figur teladan dalam mendidik dan membimbing anak-anak mereka.
4. Meningkatkan Kepedulian Terhadap Masalah Pendidikan: Melalui gerakan ini, masyarakat juga diajak untuk lebih peduli terhadap masalah pendidikan di daerah mereka, termasuk tantangan yang dihadapi oleh anak-anak dalam proses belajar, seperti kesulitan akses pendidikan atau masalah sosial-ekonomi.
Membangun Pendidikan Berbasis Keluarga
Gerakan ini bukan sekadar kebijakan lokal, melainkan bagian dari upaya besar untuk membangun sistem pendidikan berbasis keluarga yang lebih inklusif.
Dalam konteks ini, Kemendukbangga dan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga mendukung penuh inisiatif Bupati Belitung Timur, mengingat pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter dan prestasi anak sejak dini.
“Kami berharap gerakan ini dapat menjadi model bagi daerah lain, dan menginspirasi lebih banyak kabupaten/kota untuk menerapkan kebijakan serupa. Keterlibatan ayah dalam pendidikan anak sangat penting untuk membangun masa depan bangsa yang lebih baik,” tambah Rajo Ameh.
Menyongsong Masa Depan Pendidikan di Belitung Timur
Dengan diluncurkannya Gerakan Ayah Mengambil Rapor, Kabupaten Belitung Timur menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya tugas guru di sekolah, tetapi juga tanggung jawab bersama antara keluarga dan masyarakat.
Gerakan ini merupakan contoh konkret bagaimana kebijakan lokal yang inovatif dan konstruktif dapat menciptakan perubahan positif dalam sistem pendidikan.
Sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah, Belitung Timur tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada penguatan sektor sosial, terutama dalam bidang pendidikan.
Dalam jangka panjang, diharapkan gerakan ini akan berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan di daerah tersebut, serta menciptakan generasi muda yang lebih siap menghadapi tantangan masa depan.
Dengan gerakan ini, Belitung Timur memberikan pesan yang jelas: pendidikan adalah investasi terbaik untuk masa depan, dan peran orang tua, terutama ayah, sangat krusial dalam membangun pondasi tersebut. | BabelEkspress.News | */Redaksi | *** |

















oke