BabelEkspress.News | JSCgroupmedia ~ Di bawah langit Kalimantan Timur yang luas, ada sebuah kapal wisata yang membawa lebih dari sekadar cerita perjalanan di atas air.
Pesut Bentong, salah satu kapal wisata terbesar yang berlayar di Sungai Mahakam, kini menjadi simbol penting dari kekayaan budaya dan alam yang mengalir di sepanjang sungai legendaris ini.
Bagi banyak orang, Pesut Bentong bukan hanya sebuah kapal transportasi biasa, tetapi juga jembatan budaya yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini, serta menyatukan generasi muda dengan warisan leluhur.
Sejak pertama kali beroperasi pada tahun 2016, wisata susur Sungai Mahakam semakin menarik perhatian para pelancong. Pesut Bentong, dengan kapasitas yang jauh lebih besar dibandingkan kapal wisata lainnya, segera menjadi favorit di kalangan wisatawan domestik maupun mancanegara.
Nama “Pesut Bentong” sendiri, yang dalam bahasa lokal berarti “besar”, merepresentasikan ukuran dan kemewahan kapal ini, yang memang mampu menampung hingga 175 orang dalam satu perjalanan.

Namun, bagi masyarakat Samarinda, Pesut Bentong lebih dari sekadar kapal wisata. Ia adalah lambang dari potensi wisata Sungai Mahakam yang mulai dikenal luas, serta simbol kebanggaan dan identitas budaya daerah ini.
Kapal ini tidak hanya menawarkan keindahan alam yang menakjubkan, tetapi juga menyuguhkan pengalaman menyeluruh yang mengajak wisatawan untuk terlibat lebih dalam dengan budaya lokal dan sejarah panjang yang terukir di sepanjang Sungai Mahakam.
Menyusuri Sungai Mahakam: Lebih dari Sekadar Perjalanan
Sungai Mahakam adalah salah satu sungai terbesar di Kalimantan Timur, dengan panjang lebih dari 900 kilometer yang membentang dari hulu hingga hilir.
Sungai ini tidak hanya menjadi jalur transportasi bagi masyarakat setempat, tetapi juga menjadi saksi perjalanan sejarah dan budaya yang telah ada berabad-abad lamanya. Di sepanjang aliran sungai, terdapat kampung-kampung adat, pasar terapung, hingga situs-situs sejarah yang kaya akan cerita.
Pesut Bentong menawarkan pengalaman unik bagi para wisatawan yang ingin menyusuri aliran sungai yang kaya akan kehidupan. Seperti yang dijelaskan oleh Haji Ishak, Ketua Perhimpunan Kapal Wisata Mahakam (PKWM), sejak pertama kali diperkenalkan, wisata sungai ini langsung disambut dengan antusiasme tinggi.
“Orang-orang luar daerah selalu ingin melihat budaya lokal, dan salah satu cara terbaik untuk merasakannya adalah dengan berlayar di Sungai Mahakam,” ujarnya.
Kapal ini tidak hanya membawa penumpangnya melintasi sungai, tetapi juga menghidupkan cerita sejarah yang terukir di sepanjang sungai, memberikan perspektif yang lebih dalam mengenai kehidupan masyarakat setempat.
Paket Wisata: Menawarkan Keindahan Alam dan Budaya Lokal
Pesut Bentong menawarkan berbagai pilihan paket wisata yang menggabungkan keindahan alam, budaya lokal, dan pengalaman kuliner yang khas.
Wisatawan dapat memilih perjalanan singkat maupun perjalanan jauh yang lebih eksklusif, disesuaikan dengan waktu dan minat mereka. Berikut beberapa pilihan paket wisata yang ditawarkan oleh Pesut Bentong:
1. Susur Sungai Samarinda (2 Jam)
Paket ini menawarkan pengalaman singkat bagi wisatawan yang ingin menikmati pemandangan Sungai Mahakam yang indah, dimulai dari Dermaga Paser Pagi hingga Jembatan Mahakam dan kembali lagi.
Dalam perjalanan ini, wisatawan akan dimanjakan dengan pemandangan alam yang memukau serta cerita sejarah yang mengiringi perjalanan mereka. Harga tiket untuk paket ini sekitar Rp70.000 hingga Rp80.000 per orang.
2. Wisata ke Kutai Lama dan Pulau Kumala Tenggarong
Untuk pengalaman yang lebih mendalam, wisatawan bisa memilih paket wisata yang mengajak mereka mengeksplorasi lebih jauh kawasan sekitar Tenggarong.
Dengan harga sekitar Rp7 juta pulang-pergi, wisatawan akan diajak mengunjungi Kutai Lama yang merupakan situs bersejarah, serta Pulau Kumala, tempat yang terkenal dengan keindahan alamnya. Di sini, wisatawan juga bisa menikmati atraksi budaya yang kaya, menjadikan perjalanan ini sebagai pengalaman yang lebih menyeluruh.
3. Ekspedisi ke Kota Bangun (3 Hari 2 Malam)
Untuk mereka yang mencari petualangan lebih jauh, paket ekspedisi ini memberikan kesempatan untuk menjelajahi hulu Sungai Mahakam selama 3 hari 2 malam. Dalam perjalanan ini, wisatawan bisa merasakan kehidupan sungai yang lebih autentik, serta menikmati keindahan alam Kalimantan yang masih asri.
Bagi mereka yang beruntung, perjalanan ini juga menawarkan kesempatan untuk melihat langsung Pesut Mahakam, satwa langka yang menjadi simbol kekayaan alam Kalimantan Timur. Paket ini dihargai sekitar Rp25 juta, belum termasuk biaya makan.
Selain menikmati keindahan alam, wisatawan yang berlayar dengan Pesut Bentong juga akan dimanjakan dengan musik khas Kalimantan Timur, minuman tradisional, dan hidangan lezat yang menggugah selera.
“Banyak yang memilih untuk membawa makanan sendiri, atau kami juga menyiapkan hidangan khas Kalimantan untuk menambah pengalaman kuliner mereka,” ujar Haji Ishak.
Wisata Sungai Mahakam: Pariwisata yang Berkelanjutan
Meskipun wisata sungai mengalami pasang surut, dengan jumlah wisatawan yang lebih banyak datang pada musim liburan atau Lebaran, namun Pesut Bentong tetap menjadi pilihan utama bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan Sungai Mahakam.
Kapal ini sering kali penuh selama libur panjang, dan bahkan sering kali harus melakukan antrian pemesanan untuk mendapatkan tempat pada perjalanan berikutnya.
Dengan kapasitas 175 orang, Pesut Bentong menjadi pilihan ideal bagi keluarga besar maupun kelompok yang ingin menikmati perjalanan bersama. Namun, di balik kesuksesan ini, Pesut Bentong juga berperan besar dalam pelestarian budaya dan alam Sungai Mahakam.
Setiap perjalanan di atas kapal ini mengingatkan kita akan pentingnya menjaga ekosistem sungai yang menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat setempat.
“Kami berharap dengan semakin banyaknya orang yang datang, kesadaran untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan juga ikut berkembang,” ujar Haji Ishak dengan penuh harapan.
Wisatawan yang datang melalui Pesut Bentong tidak hanya menikmati perjalanan yang menyenangkan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga keberlanjutan alam yang ada.
Meningkatkan Kepedulian terhadap Lingkungan
Kepedulian terhadap lingkungan hidup dan kelestarian alam menjadi semakin penting seiring dengan berkembangnya industri pariwisata.
Meningkatnya jumlah wisatawan yang datang ke Sungai Mahakam turut mendorong masyarakat lokal untuk lebih peduli terhadap kebersihan sungai dan menjaga kelestarian Pesut Mahakam serta satwa-satwa langka lainnya.
Aktivitas pariwisata ini secara tidak langsung menjadi pendorong bagi pendidikan lingkungan yang lebih baik bagi masyarakat sekitar.
Selain itu, keberadaan Pesut Bentong dan kapal-kapal wisata lainnya di Sungai Mahakam menjadi media bagi masyarakat lokal untuk memperkenalkan budaya mereka kepada dunia.
Setiap perjalanan yang dilakukan di atas kapal ini adalah kesempatan untuk lebih mengenal budaya dan sejarah panjang yang ada di daerah ini. Ini adalah cara bagi masyarakat Kutai Kartanegara untuk mengenalkan kearifan lokal, tradisi, serta keindahan alam mereka kepada dunia luar.
Pesut Bentong: Simbol Warisan dan Inovasi
Dengan semakin berkembangnya pariwisata berbasis alam, Pesut Bentong menjadi salah satu contoh nyata bagaimana warisan budaya dan teknologi dapat berjalan seiring.
Tidak hanya sebagai sarana transportasi, tetapi kapal ini juga membawa misi untuk menjaga kelestarian alam serta memperkenalkan potensi wisata yang luar biasa di Sungai Mahakam.
Pesut Bentong adalah lebih dari sekadar perjalanan fisik di atas air. Ia mengajak kita untuk menyelami lebih dalam sejarah, budaya, dan alam yang membentuk Kalimantan Timur menjadi seperti sekarang.
Setiap perjalanan di atas kapal ini adalah bagian dari perjalanan besar yang menghubungkan kita dengan masa lalu, sembari melihat potensi masa depan yang terus berkembang.
Dengan begitu, Pesut Bentong bukan hanya menawarkan pengalaman wisata yang menakjubkan, tetapi juga menjadi bagian dari usaha besar untuk melestarikan warisan budaya Kalimantan Timur, serta menciptakan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian alam dan kebersihan sungai untuk generasi mendatang.
Sungai Mahakam, yang menjadi urat nadi kehidupan di Kalimantan Timur, kini tak hanya menjadi tempat berlayar, tetapi juga saksi bisu perjalanan panjang budaya, alam, dan masyarakatnya. | BabelEkspress.News | */Redaksi | *** |

















oke