BabelEkspress.News | JSCgroupmedia ~ Jam Bentong, sebuah bangunan bersejarah yang terletak di Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), kini tengah menjalani proses revitalisasi besar-besaran.
Proses renovasi ini tak hanya untuk memperbaiki bangunan yang sempat rusak akibat insiden pembobolan, tetapi juga untuk mengubahnya menjadi museum digital yang akan menjadi salah satu destinasi wisata berbasis teknologi paling inovatif di kawasan Kalimantan Timur (Kaltim).
Proyek ini dipimpin oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kutai Kartanegara yang bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kukar, dengan tujuan untuk menjadikan Jam Bentong sebagai destinasi wisata yang menggabungkan sejarah, budaya, dan teknologi.
Dengan konsep ini, Jam Bentong akan lebih dari sekadar bangunan bersejarah; ia akan menjadi simbol transformasi modern di tengah-tengah keindahan alam dan budaya Kukar yang kaya.
Sebuah Bangunan Bersejarah dengan Cerita Panjang

Jam Bentong, yang dibangun sejak lama, tidak hanya dikenal karena bentuknya yang ikonik, tetapi juga karena nilai sejarah yang terkandung di dalamnya.
Dikenal sebagai salah satu landmark di Tenggarong, keberadaan jam raksasa ini menjadi simbol penting dalam perkembangan Kota Tenggarong sebagai ibu kota Kabupaten Kutai Kartanegara. Bangunan ini menjadi saksi bisu perubahan sosial dan budaya yang terjadi di wilayah tersebut dari waktu ke waktu.
Namun, meskipun kaya akan nilai sejarah, bangunan ini sempat mengalami kerusakan pada beberapa bagiannya. Salah satunya adalah insiden pembobolan yang terjadi beberapa waktu lalu, yang mengakibatkan kerusakan pada dinding bangunan.
Menanggapi kejadian tersebut, pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kutai Kartanegara langsung turun tangan untuk melakukan perbaikan dan memastikan agar tidak ada celah yang dapat dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kukar, Awang Ivan Ahmad, menyampaikan bahwa renovasi ini adalah langkah penting dalam melindungi aset bersejarah tersebut. “Jadi dijebol mereka itu dinding.
Jadi itu yang diperbaiki oleh PU, supaya ditutup permanen, supaya tidak ada lagi yang lewat jendela,” ujarnya saat dihubungi oleh Kaltimtoday.co pada Sabtu (31/5/2025) lalu.
Namun, perbaikan ini bukan hanya sekedar menutup kerusakan yang ada, melainkan juga bagian dari langkah besar dalam mengubah Jam Bentong menjadi destinasi wisata yang lebih modern dan relevan dengan tren teknologi saat ini.
Konsep Museum Digital: Menggabungkan Sejarah dan Teknologi
Renovasi Jam Bentong kali ini bertujuan untuk menghidupkan kembali bangunan bersejarah ini dengan cara yang lebih inovatif dan berdaya tarik bagi masyarakat modern, khususnya generasi muda.
Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara mengusung konsep baru yang berfokus pada pengembangan museum digital, di mana pengunjung tidak hanya akan menikmati koleksi sejarah, tetapi juga dapat merasakan pengalaman imersif yang disajikan melalui teknologi multimedia canggih.
Ivan Ahmad menjelaskan, konsep ini akan menggabungkan pertunjukan visual tematik yang dipresentasikan melalui berbagai layar videotron LED di berbagai sisi bangunan.
“Nantinya, interior ruangan akan dilengkapi dengan videotron LED di berbagai sisi yang menampilkan potensi wisata Kukar, seperti panorama hutan, laut, dan kekayaan budaya daerah,” kata Ivan.
Teknologi ini akan memungkinkan pengunjung untuk merasakan pengalaman interaktif yang berbeda dari museum konvensional.
Pengunjung bisa menyaksikan pemandangan alam Kukar yang memukau, seperti hutan tropis yang lebat, pantai-pantai yang indah, serta mengenal lebih dalam mengenai kekayaan budaya yang ada di wilayah ini.
Konsep museum digital ini terinspirasi dari tren yang berkembang di negara-negara maju seperti Tiongkok dan Korea Selatan, yang telah sukses mengembangkan berbagai destinasi wisata berbasis teknologi canggih.
Negara-negara tersebut sudah lebih dulu menerapkan konsep museum digital, di mana pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan koleksi yang ada, bahkan mengikuti pertunjukan visual yang menggugah dan memberikan informasi secara lebih mendalam.
Dalam hal ini, Jam Bentong akan menjadi pionir pengembangan destinasi wisata berbasis teknologi di Kalimantan Timur, khususnya Kutai Kartanegara.
Revitalisasi untuk Masa Depan: Memperkenalkan Potensi Wisata Kukar
Revitalisasi Jam Bentong juga bertujuan untuk mempromosikan potensi wisata yang dimiliki oleh Kutai Kartanegara. Kukar memiliki banyak keindahan alam yang sangat potensial untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan.
Selain itu, kekayaan budaya dan sejarah yang ada di daerah ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Oleh karena itu, konsep museum digital ini menjadi cara yang efektif untuk memperkenalkan berbagai potensi tersebut kepada masyarakat luas.
Salah satu contoh konkret dari potensi wisata Kukar yang akan ditampilkan dalam museum digital adalah keindahan alamnya.
Dari panorama hutan tropis yang menyimpan beragam flora dan fauna, hingga pantai-pantai yang indah dengan pasir putihnya yang menawan, semuanya akan disajikan dalam bentuk visual yang interaktif dan menarik.
Selain itu, pengunjung juga dapat mempelajari lebih dalam tentang kekayaan budaya daerah, seperti seni dan tradisi yang telah diwariskan turun-temurun oleh masyarakat Kutai Kartanegara.
Progres Renovasi: Menanti Teknologi Multimedia yang Sempurna
Terkait dengan progres renovasi, Ivan Ahmad menyebutkan bahwa sebagian besar pekerjaan fisik bangunan telah rampung. Interior bangunan, pendingin ruangan (AC), dan pembangunan TAC (Temporary Access Corridor) telah selesai dilaksanakan.
Namun, meskipun bangunan hampir siap untuk difungsikan, pemasangan teknologi multimedia yang menjadi inti dari konsep museum digital masih dalam tahap pengerjaan.
“Untuk saat ini, pemasangan LED dan instalasi multimedia lainnya belum selesai, jadi memang belum bisa difungsikan sepenuhnya,” jelas Ivan.
Pihak Dinas Pariwisata Kukar mengharapkan bahwa pengerjaan instalasi multimedia dapat selesai dalam waktu dekat, sehingga Jam Bentong dapat segera berfungsi sebagai museum digital pertama di Kukar dan menjadi daya tarik utama di kawasan ini.
Dengan adanya revitalisasi ini, diharapkan Jam Bentong bukan hanya menjadi tempat untuk mengenang sejarah, tetapi juga menjadi ruang untuk menikmati teknologi modern yang menyajikan informasi dan pengalaman yang mendalam bagi pengunjung.
Kehadiran teknologi multimedia yang interaktif ini juga diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan, terutama generasi muda yang lebih familiar dengan teknologi dan lebih tertarik pada pengalaman yang dapat mereka rasakan secara langsung.
Wisata Berbasis Teknologi: Menjawab Tantangan Industri Pariwisata
Di tengah perkembangan pesat teknologi digital dan semakin ketatnya persaingan di industri pariwisata, pengembangan destinasi wisata berbasis teknologi menjadi langkah yang sangat relevan untuk menjawab tantangan zaman.
Museum digital di Jam Bentong ini diharapkan dapat menjadi model bagi pengembangan destinasi wisata lainnya di daerah tersebut.
Keberadaan museum digital ini bukan hanya tentang melestarikan sejarah, tetapi juga menjawab kebutuhan akan destinasi wisata yang lebih modern dan sesuai dengan tren zaman.
Ini menjadi simbol dari revitalisasi dan inovasi di dunia pariwisata Indonesia, khususnya di Kutai Kartanegara, yang selama ini memiliki banyak potensi wisata alam yang belum tereksplorasi secara maksimal.
Mengubah Warisan Menjadi Masa Depan
Revitalisasi Jam Bentong di Tenggarong ini bukan hanya sekadar perbaikan fisik, tetapi sebuah langkah besar dalam memperkenalkan wisata berbasis teknologi di Kalimantan Timur.
Konsep museum digital yang akan menggabungkan kekayaan sejarah, budaya, dan keindahan alam melalui teknologi multimedia ini diharapkan dapat menjadi daya tarik baru bagi wisatawan, serta membuka peluang bagi pengembangan destinasi wisata lainnya di wilayah Kukar.
Dengan teknologi yang semakin berkembang, Jam Bentong akan menjadi contoh nyata bagaimana warisan sejarah dapat dipadukan dengan inovasi teknologi untuk menciptakan pengalaman wisata yang tak terlupakan.
Sebuah destinasi wisata yang tidak hanya mengedukasi, tetapi juga menginspirasi dan memberi motivasi bagi semua orang untuk lebih mencintai sejarah dan budaya Indonesia, serta menikmati keindahan alam yang luar biasa. | BabelEkspress.News | */Redaksi | *** |

















oke